「sekolah ku」

Salam sejahtera bagi kita semua

Perkenalkan nama saya Michelle Aurora, salah satu siswa SMP Frater Makassar. Untuk kali ini saya akan memperkenalkan SMP Frater beserta pengalaman saya disitu sebagai salah satu siswa nya. 


Sekolah Menengah Pertama Frater Makassar dibangun pada tanggal 13 Juli 1948 dan dipimpin oleh Fr. Harold CMM 
Awalnya sekolah ini disebut dengan sekolah pangeran makassar karena awalnya hanya menerima siswa laki-laki. Keunikan SMP Frater, yakni pada test masuknya. Bukan mata pelajaran yang diujikan jadi tidak perlu belajar semalam untuk mempersiapkan diri untuk hadapi test masuk. Ciri khas murid SMP Frater Makassar, yaitu rambut gondrong, dasi kupu-kupu, lengan panjang warna putih, celana pendek warna biru-tua, kaus kaki panjang sebatas lutut warna putih.

Nahh itu sejarah sekilas tentang SMP Frater Makassar, sekarang ayo kita cerita sedikit tentang pengalaman ku selama porseni 

saya merasa senang selama porseni karena saya dan kelas saya mencoba mendapatkan gelar juara.



kami juga mengadakan stan-stan untuk memamerkan karya seni yang kelas kami pernah buat, kami juga menjual kentng goreng lohh~ laris manis sih kalau kata aku
 
selaain itu kami juga mengikuti lomba-lomba yang diadakan 
seperti sepak bola 


kami sangat menantikanpertandingan itu , tapi sayangnya kelas kami kalah dan tidak bisa mask ke semi final.

ada juga lomba lainnya seperti lomba tarik tambang untuk putri yang para prempuan di kelas ku nantikan
pertandingannya sangat seru tapi sayangnya kami kalah lagi tapiiii kita masih ada kesempatan untuk merebut juara 3/4 dan sepertinya kita dapat juara 4 (kalau ada sih)

 dan pada hari-hari terakhir kita mengadakan makan-makan bersama di kelas






Hari-hari telah berlalu dan porseni pun selesai.
di prenutpan porseni diadakan misa syukur karena sekolah SMP Frater berlang tahun yang ke 74th.

perayaan misa pun di tutup oleh tarian tradisional adat Toraja

Demikian sejarah kecil dan pengalaman saya di porseni SMP Frater Makassar
terimakasih Tuhan Yesus memberkati.










Komentar